Lukisan Malam

Bagaimana seorang pelukis mampu melukiskan malam di mana langit adalah kanvas biru gelap dengan pernak pernik tebaran bintang berkilauan; sesekali sekelompok burung malam melintas samar-samar di kejauhan dan hembusan angin malam sejuk menerpa menambah kesempurnaan malam yang anggun dengan cahaya bintang menari-nari mengintip celah-celah kehidupan jika penulis tersebut menuturkan semua keelokan itu dari dalam sebuah ruangan tiga kali tiga meter tertutup rapat dengan cahaya lampu neon 40 watt? Bagaimana penulis menuturkan gambaran nyata temaramnya bintang di bawah terang benderangnya kamar berlampu neon 40 watt? Yang ada, penulis tersebut akan menuturkan kejadian alam itu berdasarkan pengalaman yang terdahulu yang telah usang dan teori-teori keindahan alam yang tidak akurat akhirnya lahirlah rekayasa kata memenuhi tuturan dinamis, harmonis dan romantis sekelumit alam menghibur kehidupan.

Tuturan kata akan sangat menyentuh apabila disusun dalam situasi dan kondisi yang riil di mana emosi si penulis merambah situasi dan kondisi yang ada di lokasi sehingga tujuan penulisan pun terarah. Apakah nantinya tulisan yang dinamis dan harmonis itu bermuara pada penjabaran sesuatu yang tragis atau romantis. Tetapi menulis dengan mengikutsertakan emosi situasi kemungkinan besar penulis akan terlena dalam situasi dan kesan pertama sehingga melupakan kemungkinan-kemungkinan visi-visi dari lain sisi yang mungkin bertolak belakang. Keberpihakan pun terjadi.

Lain halnya jika si penulis realistis berdiri di atas bukit teh di malam hari di mana langit adalah kanvas biru gelap dengan pernak pernik tebaran bintang berkilauan sesekali sekelompok burung malam melintas samar-samar di kejauhan dan hembusan angin malam sejuk menerpa menambah kesempurnaan malam yang anggun. Berdiri di tengah-tengah kebun teh dengan aroma teh meresap ke indera penciuman seakan berdiri di tengah-tengah secangkir kebun teh dengan cahaya bintang menari-nari mengintip celah-celah kehidupan serta lengkingan binatang malam bak orkestra malam sang maestro tanpa tanding namun tetap menyadari bahwa berdiri di malam hari di atas bukit, angin berhembus tak sedikit di bawah hamparan bintang di langit sesungguhnya ada penyakit. Masuk angin.

0 comments:

Post a Comment