Monday, March 14, 2011

Most Precious

Posted by Topsy Kretts  |  at  3/14/2011 11:14:00 AM No comments

Most Precious, belajar itu mengandung resiko. Setiap kali kalian berpetualang untuk belajar sesuatu yang baru, kalian mengambil resiko besar di luar zona nyaman kalian.

Most Precious, saat memasukkan unsur resiko ke dalam situasi belajar, kalian membangkitkan kesukaan berpetualang alami dalam diri kalian. Hal ini akan membawa kalian melampaui batas kemampuan kalian sebelumnya dan menambah dampak pengalaman kalian. Sebagian dari kalian menjadi pelajar yang baik dengan menjadi pengambil resiko yang berani lebih dari yang kalian ketahui, kalian mengambil waktu setiap harinya dengan mengambil resiko. Kalian mengobrol dengan orang yang baru kalian kenal, masuk ke kantin sambil bertanya-tanya siapa yang akan duduk bersama kalian, dan semakin lama menjadi semakin percaya diri.

Kalian semua hidup di sebuah Zona Nyaman (ZN). Di dalamnya kalian memiliki semua hal yang membuat kalian merasa nyaman: kegiatan tertentu, masyarakat, makanan, tempat dan tata krama. Sebagai contoh, belajar dengan cara tertentu barangkali berada dalam ZN kalian, sementara mencoba beberapa cara baru berada di luarnya.. kalian semua suka tinggal di dalam ZN karena hal itu mudah, akrab, dan memang nyaman. Segala sesuatu di luar itu tampak berbahaya, goyah dan terlalu riskan.

Tetapi, Most Precious, sebagaimana apa pun yang terlalu nyaman, ZN kalian dapat terasa membosankan dan mandek. Jika kalian berada di dalamnya terlalu lama, resikonya adalah kalian akan melekat rutinitas yang monoton. Jadi, kalian mengadu untuk ke batas ZN kalian dan mengintip keluar. Di sana ada hal baru yang menunggu kalian. Suara kecil kalian menjerit “Jangan keluar! Tinggallah di sini dalam kenyamanan.” Tapi kalian tahu kalian harus mencoba. Meskipun perubahan membuat kalian merasa janggal dan goyah, kalian coba juga dan menerima ketidaknyamanan. Kalian tahu bahwa ketidaknyamanan itu akan hilang pada akhirnya. Dan memang, saat kalian mencobanya, segala sesuatu yang tadinya tampak begitu jauh dari ZN kalian itu akan mejadi mudah dan nah! …. ZN kalian telah bertambah luas. Pengalaman kecil tersebut menunjukkan proses belajar.

Most Precious, belajar dan meraih prestasi sama dengan keluar dari zona nyaman tersebut. Anggaplah hal ini sebagai latihan untuk Olimpiade. Duduk di sofa dan menonton televisi memang lebih mudah daripada berlari dan mengangkat beban. Tetapi, untuk mendapatkan medali emas, atlet harus bangun dari sofa dan berlatih.

Most Precious, ingat lagi saat pertama kali kalian menyadari bahwa roda bantuan sudah tak menempel lagi pada sepeda kalian. Memang menakutkan, tetapi begitu kalian menyadari bahwa kalian tetap bisa bertahan seimbang di atas sepeda …ASYIIIK!

Beberapa kali kalian jatuh karena telah mencoba sesuatu yang baru, tapi ketahuilah Most Precious, kalian tidak gagal karena telah mencoba sesuatu yang baru. We fall sometimes.--But then why do we fall?--We fall . . . so that we can learn . . . to rise again. Mengapa kita jatuh? Kita jatuh agar kita bisa belajar untuk bangkit kembali. And sometimes, we do what we have to do, so that we can do what we want to do. Albert Eisntein pernah berkata, “Those who fail are those who have never tried anything new.” Orang yang gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba sesuatu yang baru. Karena dengan mencoba berarti mengalami; mengalami berarti belajar; belajar berarti merasakan. Karena rasa ga’ pernah bohong. Dan yang kutahu cuma yang kurasa.

Jadi, Most Precious, keluarlah dari Zona Nyaman kalian dan berubahlah dari orang yang tahu menjadi pelajar.

Most Precious, antara kami dan kalian.

Seorang laki-laki berjalan di bawah terik matahari melalui daerah yang tidak dikenal. Dia telah berjalan sepanjang hari ketika dia merasa cemas dan mulai khawatir bahwa dia mungkin salah jalan. Mendadak, dia terkejut melihat seorang laki-laki sangat-sangat tua duduk bersandar pada sebatang pohon. Kedua tangannya terlipat dan kepalanya terkulai di atas tangan. Rambut putih lelaki tua itu berkilau memantulkan sinar matahari. Si pengembara yang terkejut itu berlari menemuinya dan bertanya, “Maaf, permisi, apakah Anda baik-baik saja?” Lelaki tua itu tidak bergerak ataupun menjawab. Si pengembara berlutut dan menyentuh bahu lelaki tua tersebut sambil bertanya lagi, “Permisi, apakah Anda tidak apa-apa?” Lagi-lagi dia tidak mendapatkan jawaban. Si pengembara berdiri dan berniat melanjutkan perjalanan, ketika tiba-tiba kepala lelaki tua itu terangkat dan matanya membuka lebar. Dengan suara lemah dan terpatah-patah si lelaki tua berkata, “Teruslah berjalan; kau berada di jalan yang benar. Sebelum menyeberangi sungai, kumpulkan apa yang kau temukan di sana sebanyak-banyaknya, karena kau tidak akan pernah bisa kembali.” Matanya tertutup dan kepalanya kembali disandarkan pada tangannya.

Si pengembara menunggu, kemudian akhirnya berbalik dan melanjutkan perjalanannya di bawah sengatan matahari, sambil berkata pada dirinya sendiri bahwa lelaki tua itu mungkin gila. Kemudian dia memikirkan perkataan lelaki tua itu dan tertawa sendiri, “Mungkin sungainya tidak ada!”

Si pengembara berjalan terus dan akhirnya sampailah dia di kaki sebuah bukit besar. Ketika dia mencapai puncaknya, dia melihat sebuah sungai besar yang indah mengalir perlahan di balik bukit. Dengan bersemangat, dia berlari menuruni bukit dan meloncat ke dalam air yang sejuk. Dia menari-nari sambil menciprat-cipratkan air ke atas sehingga membasahi seluruh tubuhnya. Tiba-tiba dia tertegun, suara lelaki tua itu terngiang kembali di telinganya, “Sebelum menyeberangi sungai, kumpulkan apa yang kau temukan di sana sebanyak-banyaknya karena kau tidak akan pernah bisa kembali.”

Si pengembara itu mencari-cari ke sekelilingnya tetapi tidak melihat apapun kecuali ranting, bebatuan, dan rerumputan biasa. Dia berpikir, “Satu-satunya yang bisa kukumpulkan adalah batu-batu ini, tetapi untuk apa? Untuk menghalau binatang buas, ah, rasanya tidak mungkin.” Tapi dia membungkuk juga untuk mengumpulkan beberapa buah batu dan mengantonginya. Kemudian berbalik untuk menyeberangi sungai, tetapi dia berhenti lagi dan berpikir, “Ini hal yang paling gila yang pernah kulakukan.” Kemudian dia pun menyeberangi sungai.

Langit menjadi gelap, dan pengembara itu kelelahan, sehingga dia memutuskan untuk menghentikan perjalanannya dan mendirikan sebuah tenda kecil. Dengan cepat dia tertidur. Menjelang tengah malam, mendadak dia terbangun dan berdiri. Dia menatap bulan yang menerangi langit dia menjadi marah saat menyadari apa yang membangunkannya. Batu-batu dalam kantongnyalah yang telah mengganjal tubuhnya. Dia mengeluarkan segenggam batu itu dan menyingkirkannya. Sinar bulan memantul pada batu-batu itu. Ternyata, batu-batu itu berubah menjadi intan permata yang tak ternilai harganya. Si pengembara merasa menyesal. “Andai saja aku mengumpulkan lebih banyak sebelum menyeberangi sungai tadi,” pikirnya.

Most Precious, kelas kalian seperti tepian sungai yang penuh batu-batu berserakan yang mungkin akan menjadi permata jika kalian mengambilnya. Seperti lelaki tua yang tidak dapat memaksa si pengembara mengambil batu sebanyak-banyaknya. Kami juga tidak mampu memaksa kalian mengumpulkan ilmu yang ditawarkan di kelas. Tidak juga orang lain. Tapi kami dapat dan akan mendorong kalian untuk mengumpulkan ilmu pengetahuan sebanyak mungkin sebelum kalian menyeberangi sungai karena kalian tidak akan pernah bisa kembali ke saat ini.

Most Precious, bereksperimen itu tidak hanya menghasilkan tawa tapi juga cahaya.

Most Precious, give the light and laugh!


About the Author

Write admin description here..

Get Updates

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

Share This Post

Related posts

0 comments:

Laporan BOS dan BOP

  • Sesuai Juknis BOS dan BOP 2014
  • Mudah dan cepat
  • Fleksibel

Murah...!

  • Harga sangat terjangkau
  • Update gratis
  • Perubahan sesuai permintaan

Lengkap...!

    Semua fitur dalam satu software
  • Pegawai, Gaji Pegawai, Data Siswa
  • PSB dan Daftar Ulang
  • Perpustakaan, Tabungan Siswa
  • Keuangan (Pembayaran, Jurnal Kas)
  • Laporan BOS dan BOP
  • Inventaris, Bel Sekolah

Layanan Online

  • Saran dan kritik Anda adalah semangat kami
© 2013 ABIS. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top